July 24, 2021

4 Faktor Penyebab Terkendalanya Vaksinisasi Covid-19

3 min read
Vaksinasi Covid Di Indonesia

Di awal tahun 2020, masyarakat dunia digemparkan oleh pandemi Covid-19. Penyebaran virus Covid-19 bermula dari kawasan Wuhan, Cina. Tidak lama kemudian, virus tersebut menular menuju beberapa negara dengan cepat. Penyerangan virus tersebut terfokus pada saluran pernafasan, dan menjadi membahayakan, ketika tubuh tidak mempunyai sistem imunitas yang kuat. Jumlah korban akibat Virus Covid-19 terus meningkat. Kondisi mengerikan menyerang negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Inggris, sampai dengan Korea Selatan.

Penularan virus ini terbilang  mudah, sehingga membuat dunia segera melakukan penanganan darurat. Banyak dari negara bagian yang memperlakukan lockdown, dan peraturan baru yang mengharuskan semua orang menggunakan masker. Langkah serupa juga dilakukan oleh Indonesia untuk mengurangi tingkat korban dan pasien Virus Covid-19. Selain peraturan PSBB, lockdown, dan peraturan baru mengenai kesehatan diterapkan.

Banyak negara yang juga menggagas penggunaan vaksin. Vaksin disebut-sebut sebagai cara efektif untuk menjaga tubuh dari pertumbuhan virus tersebut. Konteks ini yang secara langsung, mendukung beberapa negara mengembangkan dan menguji penemuan vaksin Covid-19. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Indonesia mulai mendatangkan serta menghimbau pemakaian vaksin Covid-19.

4 Faktor Penghambat Vasksinisasi Covid-19

Pandemi Covid-19 menjadi musibah yang menyerang hampir seluruh negara. Semua mengalami dampak, serta merasakan kerugian yang tidak sedikit dari persebaran virus tersebut. Penanganan praktis dilakukan oleh semua negara untuk meminimalisir korban yang berjatuhan. Dukungan moril diberikan kepada pekerja medis guna menyokong garda pertama. Selain itu, pemerintah secara bersamaan mengelontorkan bantuan sosial guna mendukung kebutuhan masyarakat. Mengutip dari beberapa sumber menjelaskan, bahwa kondisi seperti ini membuat semua bidang terhenti.

Bahkan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani menambahkan, “Beban negara bertambah karena dampak Covid-19.” Pada kenyataannya, dampak yang sama juga dirasakan oleh semua negara. Meskipun begitu, kondisi ini bukan berarti tidak mampu terpecahkan. Pasalnya, penelitian tentang vaksin Covid-19 telah selesai, dan Indonesia siap melakukan vaksinisasi tersebut. Sayangnya, penyebaran program itu belum merata. Hal ini terjadi karena beberapa faktor dibawah ini:

  1. Ketakutan publik akan jarum suntik

Beberapa penelitian mengungkap, bahwasannya lebih dari 80% orang di dunia takut akan jarum suntik. Dari penelitian tersebut dijelaskan, fobia jarum suntik menjadi salah satu alasan orang dewasa tidak mau melakukan vaksinisasi. Fobia ini sering disebut sebagai Trypanophobia atau ketakutan seseorang akan darah, suntikan, atau cidera. Sedangkan secara bersamaan, WHO menyarankan untuk semua orang divaksinisasi guna mempertahankan populasi secara menyeluruh akibat Covid-19. Nah, salah satu cara mengatasinya ialah mencoba merelaksasikan diri.

  1. Faktor geografis

Faktor eksternal yang juga membuat vaksinisasi Covid-19 sedikit terhambat adalah bentuk georafis Indonesia. Seperti yang sudah diketahui, Tanah Air memiliki luas wilayah sangat luas dengan 33 provinsi. Kawasan seluas ini, tentu saja mempunyai tingkat persebaran cukup sulit. Keadaan serupa terjadi pada masalah lain. Mulai dari persebaran masker, APBD, hingga bantuan lain yang memperlukan waktu lebih lama. Meskipun begitu, vaksinisasi Covid-19 tetap harus berjalan secara menyeluruh.

  1. Efek samping

Sedangkan untuk faktor internal yang menghambat vaksinasisi ialah rasa takut publik akan efek samping yang dirasakan. Seperti vaksin pada umumnya, vaksin Covid-19 pasti menimbulkan reaksi untuk tubuh. Keadaan tersebut terjadi karena tubuh membutuhkan adaptasi terhadap zat asing yang masuk ke tubuh. Sayangnya, terkadang ketakutan itu berlebihan, sehingga membuat diri sendiri takut dan tidak mau melakukannya. Padahal sekali lagi, vaksinisasi Covid-19 baik sekaligus bermanfaat bagi kesehatan.

  1. Tersebarnya Hoax

Bisa dikatakan, bahwa hoax bagian dari alasan yang menghambat proses vaksinisasi. Persebaran informasi yang tidak bersumber berisiko membuat orang awam takut, dan menolak program tersebut. Seperti yang sudah diketahui, berita palsu atau haox tidak hanya berujung pada tidak berjalannya kegiatan dengan baik. Pasalnya, informasi tak berdasar itu juga berisiko menimbulkan ketidakpercayaan publik akan program yang sudah ditargetkan.

Solusi Mengatasi Hambatan Vaksinisasi Covid-19

Pandemi Covid-19 membawa kultur baru ditengah masyarakat. Banyak perubahan yang  membuat publik mengalami kegundahan. Banyak dari mereka yang terpaksa menganggur, dan mengalami kerugian karena bisnisnya harus ditutup. Hal-hal semacam ini yang kemudian, menjadikan sensi masyarakat akan hal baru meningkat. Keadaan sama terjadi pada penyikapan publik akan program vaksinisasi Covid-19. Tetapi ketika dilhat dari sisi yang lebih luas, seharusnya Anda paham bahwa kegiatan vaksinisasi solusi untuk menyelamatkan diri dari musibah pandemi.

Masyarakat cukup berpikir positf, dan ikuti instruksi pemerintah akan hal tersebut. Sedangkan untuk kendala-kendala eksternal, Anda perlu bersabar karena Indonesia mempunyai bentuk geografis sangat luas. Selain itu, jumlah penduduk yang banyak membuat persebaran vaksin harus diprioritaskan pada mereka yang memang benar-benar membutuhkannya. Tidak perlu berpikiran negatif, dan lakukan protokol kesehatan seperti tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak untuk menjaga diri dari risiko penularan.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.