January 28, 2021

4 Hal Ini Harus Diwaspada Jelang Pilkada

3 min read
Protokol Kesehatan

Jelang pilkada serentak yang akan dilakukan pada tanggal 9 Desember nanti, Juru Bicara Satuan Tugas Penangan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito meminta agar pilkada yang dilakukan tidak menjadi ajang untuk klaster baru bagi penyebaran virus ini. Ada empat pesan yang ia sampaikan dimana pesan-pesan ini perlu dilakukan pada saat pelaksanaan pilkada di masa pandemi.

  1. Di masa pandemi ini, masyarakat harus sadar betapa pentingnya peran kepala daerah yang akan membawa setiap daerah segera bangkit dari virus covid-19 ini. Karena itu, penting memilih pemimpin yang taat dengan aturan-aturan yang terkait protokol kesehatan pada saat melakukan kampanye. Sebab, ini bisa menjadi cerminan dari bentuk tanggungjawabnya apabila ia akan memimpin nanti. Jika ada calon kepala daerah yang melakukan kampanye tapi tidak mengindahkan aturan protokol kesehatan, ini bisa dijadikan sebagai pertimbangan apakah akan tetap memilihnya atau tidak. Sebab di tahun ini, pilkada akan menjadi penentu arah dari kesehatan dan pemulihan di tengah pandemi covid-19. Jadi masyarakat harus bisa menggunakan hak pilihnya agar memilih pemimpin yang benar-benar bertanggungjawab dan punya komitmen dalam menangani masalah pandemi ini.
  1. Tidak hanya calon kepala daerah saja yang harus sadar pentingnya menaati protokol kesehatan. Masyarakat juga diminta untuk sadar dan mematuhinya dengan baik. Jangan sampai nanti pada saat pilkada berlangsung, penyebaran virus covid-19 seamkin bertambah banyak dan bahkan menjadi kluster baru untuk penularan virus covid ini. Agar pilkada dapat berlangsung dengan aman, semua pihak harus disiplin dalam hal menaati protokol kesehatan dan mengikuti semua peraturan yang sudah ditetapkan oleh KPU. Karena siapa saja bisa terkena virus ini. Jadi semua orang tanpa terkecuali memiliki kewajiban dalam menjaga kebersihan dan kesehatan supaya tidak terinfeksi dan menyebarkan virusnya ke orang lain lagi. Virus ini bahkan tidak mengenal usia. Dari bayi hingga orang tua bisa terkena virus ini. Jadi apabila nanti pilkada dilangsungkan, kamu harus sadar betapa pentingnya protokol kesehatan ini.
  1. Para calon pemimpin daerah harus bisa memanfaatkan sisa-sisa masa kampanye dengan sebaik mungkin dan menghimbau masyarakatnya untuk menyadari betapa pentingnya menjalankan pilkada yang aman agar terhindar dari bahaya virus covid-19. Jadi calon pemimpin harus bisa bertanggung jawab penuh dan jangan melakukan kampanye yang dapat membuat warga jadi berkerumun.
  2. Bawaslu atau Badan Pengawas Pemilu yang ada di tiap daerah harus mengambil tindakan tegas jikalau menemukan calon pemimpin daerah yang berkampanye dengan tidak mematuhi aturan protokol kesehatan. Bawaslu diharapkan bisa berkoordinasi dengan pihak Satuan tugas covid-19 guna membubarkan kegiatan yang menimbulkan kerumunan yang berpotensi menjadi kluster baru.

Antisipasi pencegahan terjadinya lonjakan kasus virus covid-`9 ini sudah dilakukan oleh KPU menjelang pilkada. KPU merumuskan aturan yang wajib dijalankan oleh semua orang terutama penyelenggara pemilu dimana mereka harus melakukan testing ke petugas yang akan bertugas di TPS atau Tempat Pemungutan Suara dan memastikan lagi jika semua petugas pelaksana dalam keadaan sehat dan sedang tidak terinfeksi virus covid-19.

Kemudian, di TPS-TPS sebaiknya disiapkan juga hand sanitizer atau kalau bisa tempat mencuci tangan. Petugas yang akan membantu kelancaran pilkada harus menggunakan masker, jaga jarak dan mengatur kedatangan dari para pemilih agar dapat menghindar dari terjadinya kerumunan. Sebelum memasuki TPS, setiap pemilih akan diperiksa dulu suhu tubuhnya supaya dapat memastikan bahwa pemilih tersebut dalam keadaan sehat. Dan sebelum dilaksanakannya pilkada, harus dilakukan simulasi terlebih dahulu dimana simulasi ini akan diawasi langsung oleh Satuan Tugas Covid-19.

Merujuk data dari Our World In,  penyelenggaraan pemilu di beberapa negara ternyata tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah kasus positif virus covid-19. Jadi diharapkan negara Indonesia yang ingin melaksanakan pilkada juga harus berupaya agar selama berlangsungnya pilkada, tidak ada lonjakan pasien yang positif virus corona. Karena ada beberapa negara yang ternyata menunjukkan tren kasus covid yang meningkat setelah pemilu. Penyebab lainnya karena terjadi demo lanjutan setela pemilu, aktivitas sosial yang dilonggarkan serta penyebab-penyebab lainnya.

Sebagai tambahan informasi, Pilkada yang akan berlangsung secara serentak pada tanggal 9 Desember ini harus diikuti oleh semua masyarakat di Indonesia. Karena semua orang memiliki hak dalam memilih dan mendapatkan pemimpin yang akan membawa daerahnya keluar dari bahaya virus covid-19. Masyarakat juga harus selalu ingat pesan Ibu dengan menerapkan 3M yaitu Menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan seperti yang sering dikampanyekan oleh Satgas Covid-19.

Dan untuk kamu yang akan menggunakan hak pilih nanti jangan lupa memilih dengan hati. Pertimbangkan visi dan misi yang dimiliki oleh setiap calon pemimpin daerah apakah sama dengan yang kamu harapkan atau tidak. Karena kemajuan daerah dan negara Indonesia berada di tanganmu.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.