February 28, 2021

5 Negara Ini, Bergerak Menjalankan Vaksinisasi Covid-19

3 min read
Negara Yang Mulai Vaksin Massal

Tahun 2020 telah berlalu, namun persebaran Covid-19 masih tetap berlanjut. Negara-negara masih berjaga dan mengantipasi ledakan klaster terbaru dari persebaran virus tersebut. Masih teringat jelas, pandemi Covid-19 menggemparkan dunia di awal tahun 2020. Persebarannya sangat cepat, hingga jumlah korban terus bertambah. Para pasien Covid memenuhi rumah sakit, membuat hampir semua negara memutar otak untuk menanganinya.

Masyarakat dihimbau untuk tetap di rumah. Peraturan baru dimunculkan, dan masker menjadi hal wajib bagi siapapun yang berada di luar rumah. Lebih dari 100 negara mengalami kerugian besar-besaran atas musibah tersebut. Menteri Keuangan, Sri Mulyani menerangkan, bahwa kondisi kacau pada keuangan Indonesia dialami oleh semua negara yang terdampak Covid-19.

Meskipun begitu, wanita yang identik dengan kacamata tersebut menjelaskan, tentang optimismenya mengenai kemampuan Tanah Air untuk menghadapi persebaran virus tersebut. Selain itu, aksi sosial terus digencarkan. Bukan hanya pemerintah yang turun tangan. Mereka yang merasa mampu juga ikut serta melakukan pertolongan untuk membantu yang membutuhkan.

5 Negara yang Awali Penggunaan Vaksinisasi Covid-19

Vaksinisasi Covid-19 di Indonesia mulai digerakan kemarin, 13 Januari 2021. Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang mendapat suntikan pertama dari vaksin tersebut. Setelah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan uji klinis yang dilakukan vaksinisasi akhirnya bisa dijalankan. Kabar mengenai vaksinisasi Covid-19 menjadi kabar mengembirakan yang perlu didukung oleh semua pihak.

Vaksin ini akan disebarkan merata di serluruh Indonesia. Meskipun begitu, publik tetap diharapkan untuk bersabar karena beberapa kendala masih bermunculan. Mulai dari rasa takut masyarakat akan program vaksinisasi, rasa takut, hingga bentuk georafis Indonesia yang membuat penyebarannya membutuhkan waktu. Indonesia bukan negara pertama yang menggunakan darurat vaksin. Sebelumnya, sudah terdapat 5 negara yang mengawali program tersebut. Berikut penjelasan dari ketujuh negara itu:

  1. Inggris

Inggris menjadi salah satu negara yang mengalami jumlah korban Covid-19 terbanyak. Tidak heran, jika Inggris masuk sebagai negara pertama yang menyetujui mengenai Pfizer-BioNTech sebagai penggunaan darurat. Tidak tanggung-tanggung, sebab Pemerintah Inggris memesankan sekitar 40 juta dosis. Tidak lama kemudian, Inggris menggagas program vaksin massal. Sedangkan untuk penerima vaksin diprioritaskan bagi mereka yang lebih rentan terkena virus. Maka, lansia dan pekerja panti jompo menjadi urutan pertama dalam program tersebut.

  1. Bahrain

Setelah Inggris, Bahrain menyusul sebagai negara kedua yang setuju penggunaan darurat vaksin. Jenis vaksin yang digunakan sama, dan Raja Hamad bin Isa Al Khalifa yang mendapat suntikan vaksin Covid-19 pertama. Selanjutnya, negara itu juga sepakat menggunakan vaksin asal Cina.

  1. Amerika Serikat

Negara yang awalnya menolak dan menyalahkan Inggris, Amerika Serikat menjadi negara ketiga untuk menyetujui penggunaan vaksin yang sama. Selain produk vaksin bernama Pftizer-BioNTech, Amerika Serikat melalui FDA menyatakan menggunakan vaksin Moderna. Vaksin tersebut masuk sebagai produk Amerika Serikat yang membutuhkan proses interval 28 hari. Prediksi mengenai produk Negara Adi Kuasa ini telah disebutkan beberapa sumber. Pasalnya, tidak mungkin Amerika Serikat tinggal diam akan hal tersebut.

  1. Kanada

Berikutnnya, terdapat Kanada yang juga ambil langkah cepat untuk menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech. Setelah bersetujuan itu dibuat, tidak lama Pemerintahan Kanada mengumumkan program vaksin masal. Menurut beberapa informasi, Kanada menjadi negara yang paling banyak memesan vaksin. Hal tersebut dilihat dari jumlah penduduk dan risiko penularan virus yang tinggi. Namun, tindakan yang dilakukan Kanada tidak luput dari kritik. Pasalnya, pembelian dalam jumlah banyak menyebabkan negara-negara berkembang tidak mendapat peluang memperolehnya.

  1. Rusia

Negara lain yang tidak kalah cekatan adalah Rusia. Sebelum menyetujui penggunaan Pftizer-BioNTech, Rusia telah menyuntikan vaksin buatan sendiri yang masih dalam uji coba tahap terakhir. Vaksin tersebut bernama Sputnik V dengan tingakt kemanjuran 91,4 persen. Meskipun begitu, penggunaan secara massal vaksin itu baru dilakukan tanggal 4 Desember.

Mengatasi Ketakutan Publik akan Vaksinisasi Covid-19

Menurut penelitian para ahli di Amerika Serikat, jumlah orang dewasa yang takut akan jarum suntik lebih tinggi. Salah satu penyebabnya ialah fobia akan jarum suntik atau sering disebut Trypanophobia. Selain itu, ketakutan publik akan vaksin massal juga disebabkan oleh persebaran berita tak berdasar (hoax). Oleh sebab itu, sebagai masyarakat yang hidup di era modern harus memiliki pemikiran yang lebih logis.

Setidaknya, Anda harus mulai membiasakan diri untuk mengali informasi secara benar. Tidak mudah percaya dengan data yang belum jelas sumbernya. Sedangkan bagi Anda yang merasa memiliki ketakutan jarum suntik dan fobia rasa sakit lainnya, lebih baik untuk melakukan rileksasi mandiri. Tentu saja rasa takut itu harus terkontrol, sebab program vaksinisasi Covid-19 menjadi pilihan tepat untuk mengurangi risiko penyebaran dari persebaran virus corona itu sendiri. Dan hingga saat ini hanya dengan cara vaksin saja cara satu-satunya agar bisa segera menyudahi pandemi Covid-19.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.