June 18, 2021

Gunung Semeru Kini Berstatus Waspada

3 min read
Gunung-Semeru

Gunung Semeru mengalami erupsi pada Selasa, 1 Desember kemarin, aktivitas vulkanik Gunung Semeru kini berada pada level II atau waspada. Kendati hanya berstatus Waspada Level II, tetapi aktivitas Gunung Semeru ini sudah cukup aktif. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan sebanyak 550 warga mengungsi setelah Gunung api Semeru mengeluarkan awan panas gugura.
Sampai saat ini, Rabu (2/12/2020), Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) masih menyemburkan awan panas guguran.

Menurut warga yang tinggal di dekat kaki Gunung Semeru, hujan abu membuat mereka memilih mengungsi dari pada terjadi hal yang tak diinginkan. Menurut warga, kondisi Gunung Sameru saat ini berstatus level ll atau waspada. Oleh karen itu pihaknya mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 1 km dan wilayah sejauh 4 km di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru Semeru (Jongring Seloko) sebagai alur luncuran awan panas.

Sebelumnya, Bupati Lumajang Thoriqul Haq sempat meminta masyarakat waspada ketika hujan turun. Karena sewaktu-waktu airnya bisa meluap akibat lahar panas Semeru yang memenuhi Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan.

Akibat trauma akan guguran awan panas Gunung Semeru yang terjadi pada Selasa, 1 Desember 2020 terulang kembali, kini warga yang awalnya mengungsi di rumah masing – masing, akhirnya pindah ke sekitaran Gunung Sawur.

Diketahui, ada sekitar 300 warga mengungsi di Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa malam kemarin. Kemudian, berdasarkan pantauan dari petugas pos pantau Gunungapi Semeru, diketahui Gunung Semeru masih terus alami guguran awan panas dan lava pijar. Hingga malam hari, guguran lava pijar meluncur dari kawah Jonggring Saloko hingga jarak 1 kilometer.

Hingga saat ini, Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Lumajang terus mendampingi para pengungsi. Diketahui dari data PMI, para pengungsi berasal dari sejumlah desa yang berada di sekitar lereng Semeru, yang memang lebih dekat ke Gunung Sawur. Seperti dari Dusun Kajar Kuning, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.  Tak hanya itu, pihak PMI pun telah menyediakan Logistik bagi para pengungsi, berupa ratusan bungkus makanan.

Misteri-Misteri Gunung Semeru

    1. Misteri Arcopodo

      Misteri Arcopodo yang sering dikaitkan oleh 2 patung gaib sang prajurit Majapahit. Kawasan Arcopodo sering dijadikan tempat istirahat para pendaki karena memiliki dataran yang cukup luas.

      Menurut cerita yang beredar, di area ini terdapat 2 patung prajurit dari kerajaan Majapahit yang hanya bisa dilihat oleh seseorang yang memiliki mata batin. Jika dilihat dari asal-usul namanya Arcopodo memang berarti 2 arca atau 2 penjaga. Banyak pendaki yang mengaku pernah melihat 2 patung ini, namun kebanyakan selalu melihatnya dalam ukuran yang berbeda, ada yg melihatnya dengan ukuran anak kecil dan ada yang melihatnya dengan ukuran raksasa.

    2. Ikan Emas Ranukumbolo

      Ikan emas Ranukumbolo diyakini warga setempat sebagai dewi penjaga. Terdapat larangan yang menyatakan setiap pendaki yang naik gunung Semeru tidak boleh memancing atau menangkap ikan emas yang berada di danau Ranukumbolo. Sebab menurut keyakinan warga setempat ikan emas tersebut adalah penjelmaan dari para dewi yang memang ditugaskan untuk menjaga kawasan Ranukumbolo.

    3. Tanjakan Cinta

      Tanjakan Cinta merupakan jalur pendakian yang harus pendaki lewati saat menuju puncak danau Ranukumbolo. Tanjakan tersebut sebenarnya tidak terlalu terjal namun memang panjang, Konon katanya jika berhasil melewati tanjakan cinta tanpa istirahat dan tanpa menoleh, maka permohonan cintamu akan terwujud.

    4. Puncak Mahameru

      Dipercaya sebagai tempat dewa bersemayam, puncak Mahameru adalah titik tertinggi ditanah Jawa. Keyakinan masyarakat kuno meyakini jika punyak tersebut adalah tempat bersemayamnya para dewa dan jika kita ingin mendengarkan suara-suara dewa, mereka harus bersemedi terlebih dahulu di puncak Mahameru.

    5. Semeru Bapak Dari Gunung Agung

      Sebagian dari masyarakat Bali percaya jika gunung Semeru merupakan bapak dari gunung Agung. Bahkan masyarakat Bali juga melakukan upacara sesaji kepada para Dewa yang bersemayam di gunung Semeru.

      Upacara sesaji tersebut biasanya dilakukan setiap 8 sampai 12 tahun sekali, yaitu hanya pada saat seseorang mendengar suara gaib dari dewa gunung Semeru.

    6. Gunung Semeru Adalah Pakunya Pulau Jawa

      Terdapat sebuah legenda yang tertulis di kitab kuno pada abad ke 15, bahwa pulau Jawa dulunya terombang-ambing di lautan. Lalu para Dewa memutuskan untuk memaku pulau Jawa dengan gunung Semeru.

      Gunung Semeru ini tadinya berada di India yang membawanya ke pulau Jawa adalah Dewa Wisnu dan Dewa Brahma. Pada awalnya gunung Semeru diletakkan di ujung barat Jawa namun hal tersebut membuat posisi pulau Jawa menjadi berat sebelah, maka dibagi menjadi dua lah gunung ini, hingga menjadi gunung Semeru yang diletakkan disisi Timur Jawa Timur dan gunung Penanggungan di sisi Barat Jawa.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.