February 28, 2021

Kasus Korupsi Bantuan Sosial Yang Mulai Menjerat Banyak Orang Penting

3 min read
Korupsi Di Tengah Pandemi

Tidak ada yang bisa menolak bahwa adanya pandemi Corona sejak awal tahun 2020 sudah merampas kebebasan manusia dan berimbas pada matinya banyak sektor ekonomi yang ada di Indonesia. Banyak Perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena tidak mampu bertahan dari pailit. Berbagai kelas sosial masyarakat mengalami dampak besar selama pandemi Corona ini.

Stres yang kita alami juga sangat besar karena harus tetap mencukupi kebutuhan sehari-hari tapi disisi lain juga tidak ada penghasilan yang msuk. Keadaan ini menjadi sangat buruk untuk seluruh masyarakat Indonesia baik itu yang dari kelas ekonomi atas hingga masyarakat Ekonomi bawah.

Babak Baru Kasus Korupsi Dana Bantuan Sosial

Pemerintah yang memutuskan untuk melakukan lockdown memberikan bantuan sosial bagi masyarakat baik dalam bentuk bantuan tunai atau dalam bentuk bantuan bahan pokok. Pemberian bantuan sosial tersebut tentu diharapkan akan bisa membantu masyarakat yang mengalami dampak selama Pandemi corona ini Bahkan dana yang di gelontorkan untuk memberikan bantuan sosial baik tunai maupun dalam bentuk bahan pokok makanan pada seluruh masyarakat di Indonesia sangat besar.

Ironisnya seperti yang bisa dilihat dari TV, media sosial hingga media cetak Menteri Sosial Juliari Batubara melakukan korupsi terhadap dana bantuan sosial dalam jumlah yang sangat besar  hingga mencapai nominal 17 M. Uang yang seharusnya diberikan kepada masyarakat yang terdampak Corona justru dipakai untuk memperkaya diri dan membeli barang-barang mewah. Seperti yang dilaporkan Menteri Sosial menyalahgunakan uang bantuan sosial untuk berlibur ke luar Negeri dan membeli barang-barang mewah seperti jam tangan Rolex.

Pada hari Sabtu 5 Desember yang lalu Menteri Sosial Juliari Peter Batubara di tangkap oleh KPK karena terbukti melakukan penggelapan dan penyalahgunaan dana bantuan sosial. Kasus korupsi Dana Bantuan Sosial ini kini masuk babak baru setelah penelusuran yang dilakukan oleh KPK menemukan keterlibatan banyak pihak termasuk anak Presiden Jokowi yaitu Gibran Rakabuming Raka yang terbukti sebagai pihak yang memberikan saran pengerjaan tas bantuan sosial ke PT. Sritex yang sebenarnya pada saat itu sudah ada pihak yang menangani masalah produksi tas bantuan sosial.

Meskipun dugaan keterlibatan Gibran dalam kasus Korupsi Bantuan Sosial ini sempat trending di salah satu media sosial akan tetapi dari pihak KPK belum memberikan informasi gamblang terkait keterlibatan Gibran dalam kasus Korupsi ini. Namun KPK juga membuka kesempatan bagi siapa saja untuk turut aktif memberikan Informasi tentang kasus korupsi untuk bantuan Covid 19 ini.

Bantuan Sosial Yang Terjadi Di Masyarakat

Kasus korupsi Dana Bantuan Covid 19 ini kembali naik beberapa hari belakangan ini termasuk fenomena yang terjadi pada masyarakat. Seperti yang tertera pada banyak lini berita online bantuan bahan pokok makanan banyak yang di “sunat” sehingga merugikan masyarakat. Seakan menari di atas penderitaan masyarakat yang sedang berjuang menghadapi pandemi Covid 19 dengan perjuangan yang tidak mudah kasus ini menjadi gambaran seberapa egoisnya orang-orang dalam birokrasi.

Di dalam laporan dan dalam kenyataan di lapangan tidak ada data yang sama. Seharusnya bantuan bahan pokok yang diterima masyarakat mulai dari beras, mie instan, minyak goreng, hingga sarden jumlahnya di “sunat dan diberikan tidak tepat sasaran. Di Jawa Tengah  ada fenomena masyarakat Miskin yang harus pindah tinggal ke Hutan karena di hujat sebab tidak menerima dana bantuan sosial baik tunai maupun bahan pokok sedangkan faktanya keluarga tersebut tergolong keluaga yang kurang mampu.

Mental korupsi yang dimiliki oleh sebagian besar tokoh politik yang ada di Indonesia membuat banyak kasus korupsi yang mengakibatkan kesengsaraan rakyat. Kasus korupsi Bansos ini adalah salah satu contoh matinya kemanusiaan sebab di beberapa Negara banyak Pemerintah yang memberikan pemotongan gaji untuk diberikan pada rakyat supaya bisa bertahan selama masa pandemi dan mirisnya di Indonesia uang yang seharusnya bisa diberikan pada masyarakat yang kurang mampu dan terdampak selama pandemi yang mungkin menjadi satu-satunya harapan yang mereka miliki untuk bertahan hidup tidak diberikan seperti yang seharusnya. Dua faktor maraknya korupsi di Indonesia adalah:

  1. Mental korupsi yang dimiliki hampir semua pejabat Negara
  2. Politik uang yang masih langgeng di Indonesia
  3. Hukum yang bersahabat dengan para koruptor.

Kasus korupsi Bantuan Sosial ini menjadi sorotan masyarakat yang berharap hukuman mati dapat dijatuhkan pada tersangka yang terlibatdalam Korupsi ini. Apalagi Menteri Sosial Juliari Peter Batubara juga pernah berkonsultasi tentang hukuman mati bagi para koruptor kini drama dan pencitraan publik yang dia mainkan sedang menjadi boomerang untuk dirinya sendiri. Untuk liburan mewah, sewa jet pribadi dan beli jam tangan mewah Tersangka kasus Korupsi Dana Bantuan sosial ini telah menari di atas kesengsaraan dan nyawa banyak orang yang berjuang melawan Covid 19 ini. Masyarakat butuh keadilan oleh karena itu kasus Korupsi Bantuan sosial ini harus terus di usut sampai tuntasdan tidak dibiarkan berlalu sama halnya dengan kasus korupsi besar yang pernah terjadi.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.