February 28, 2021

Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Dan Situasi Terkini

3 min read
Kecelakan Pesawat Sriwijaya Air

Kecelakaan tragis menimpa pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182. Pesawat tersebut berangkat dari Jakarta dengan tujuan Pontianak. Peristiwa ini terjadi pada hari sabtu 9 Februari 2021 pada pukul 14.40 WIB. Untuk mengetahui lebih lanjut kronologis kecelakaan tersebut, simak penjelasan berikut ini:

Kronologis Kejadian Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

Pesawat yang dipakai maskapai Sriwijaya Air adalah Boeing 737-500 yang telah beberapa kali mengudara di jalur penerbangan yang sama. Berdasarkan penelusuran, jadwal terbang ke Pontianak seharusnya berangkat pukul 14.30WIB. Akan tetapi, maskapai Sriwijaya Air mengumumkan penundaan sekitar 5 hingga 6 menit. Pesawat secara resmi melakukan take off di jam 14.36 atau enam menit terlambat dari apa yang sudah dijadwalkan. Data awal menunjukkan bahwa pesawat tersebut membawa 62 orang. Rinciannya adalah 12 orang sebagai awak pesawat termasuk pilot yang sedang bertugas dan sisanya adalah penumpang termasuk 7 anak kecil serta 3 orang bayi. Data ini menjadi acuan untuk pencarian korban yang dilakukan tim TNI AL dan Basarnas.

Informasi terakhir pesawat yaitu sekitar 17.42 berdasarkan data flightradar24. Pesawat tersebut berada di ketinggian 11.000 kaki lalu berganti ke 250 kaki secara cepat di atas permukaan laut. Setelah itu, pesawat hilang kontak sepenuhnya. Perubahan ketinggian tersebut terjadi dalam waktu sekitar satu menit. Kemungkinan yang terjadi adalah mesin mati atau gangguan tertentu sehingga pesawat menukik secara vertikal. Selanjutnya, pesawat tidak tampak lagi di radar.

Masyarakat dan nelayan sekitar sempat mendengar dentuman atau ledakan. Saat itu, posisinya berada di sekitar Kepulauan Seribu. Hingga saat ini, informasi tersebut menjadi acuan saat proses pencarian. Data terbaru mengenai pesawat akan dicocokkan dengan black box yang masih dalam pencarian.

Penyebab jatuhnya pesawat tersebut masih belum pasti karena kotak hitam belum ditemukan. Delay yang terjadi sebelum take off berasal dari faktor cuaca. Saat itu, cuaca di sekitar kepulauan Seribu, Jakarta, menunjukkan awan mendung dan potensi hujan. Kondisi ini merupakan kemungkinan awal yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut. Faktor lain seperti mesin dan masalah teknis belum dapat dipastikan secara akurat. Dugaan sementara masih terkait cuaca karena sangat signifikan mengganggu penerbangan. Seperti yang diketahui bersama, pesawat jatuh di lepas pantai Laut Jawa terjadi karena masalah cuaca. Tentu saja, informasi valid menunggu pengumuman resmi hasil investigasi lebih lanjut.

Setelah mengetahui bahwa Sriwijaya Air SJ 182 kecelakaan, beberapa pihak segera melakukan koordinasi. Informasi resmi mengenai peristiwa ini muncul sekitar jam 18.00 WIB. Selain itu, pihak Sriwijaya Air juga memberikan pernyataan yang menjelaskan kronologis kejadian dan data terkini. Semuanya menjadi rujukan media agar tidak terjadi informasi yang bias.

Pencarian Korban Pesawat

Berdasarkan pantauan terbaru, fokus utama pencarian adalah menemukan korban dan bagian pesawat lain yang masih bisa diidentifikasi. Beberapa penyelam dari TNI AL berhasil menyusuri area jatuhnya pesawat tersebut hingga membawa beberapa potongan tubuh yang diduga berasal dari korban. Akan tetapi, mereka belum bisa melakukan identifikasi secara langsung karena membutuhkan perbandingan DNA dan informasi medis lainnya. Hingga saat ini, pencarian berhasil memisahkannya menjadi sekitar 40 kantong jenazah. Tim basarnas segera membawa ke lokasi aman.

Proses pencarian korban tersebut masih terus berlanjut dengan batas waktu sekitar 30 hari atau lebih cepat apabila tidak ada hal baru yang ditemukan. Selain korban, prioritas lain adalah black box yaitu kotak berwarna oranye yang merekam semua aktivitas pilot. Saat ini, tim telah menggunakan alat khusus untuk mendeteksi keberadaan black box dari Sriwijaya Air SJ 182. Jika berhasil ditemukan, penyelidikan lebih lanjut mengenai kecelakaan ini dapat berlangsung objektif hingga pengumuman dan penutupan kasus.

Kecelakaan jatuh di Indonesia telah terjadi beberapa kali terutama di sekitar area laut Jakarta. Hal seperti ini patut menjadi perhatian bersama. Secara umum, laut Jawa tidak menunjukkan gelombang besar dan dasar laut juga relatif dangkal. Selain itu, cuaca di sekitar mudah diprediksi jadi informasi terbaru mengenai kondisi lapangan bukan hal sulit diperoleh.

Setiap maskapai memiliki aturan penerbangan yang ketat. Pesawat harus lolos inspeksi ketika akan terbang. Satu bagian kecil tidak berjalan dengan baik akan mengganggu kelancaran. Selain itu, kondisi pesawat juga harus di update. Banyak orang mengira 737-500 merupakan produksi tua karena sudah ada sejak tahun 1960an. Hal seperti ini bukan masalah apabila maskapai menambahkan update atau melakukan pemeliharaan yang tepat dan rutin.

Boeing sendiri secara rutin memberikan semacam tambahan kontrol dan sensor terhadap pesawat buatan lama. Perusahaan menyadari bahwa industri transportasi udara merupakan bisnis dengan keselamatan tinggi. Mereka ingin semuanya sempurna meskipun resiko kecelakaan masih tetap ada. Secara umum, resiko dapat berkurang tetapi tidak akan hilang. Tugas maskapai dan pihak terkait adalah menjaga agar pesawat tersebut selalu layak sehingga tidak ada gangguan saat penerbangan.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.