April 19, 2021

Kemendikbud Umumkan Pengunduran Asesmen Nasional

3 min read
Asesmen Nasional

Kabar yang sebetulnya tidak begitu mengejutkan datang dari kementerian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia yang saat ini dikepalai oleh menteri muda bernama Nadiem Makarim. Kabar yang dimaksud adalah pengunduran pelaksanaan asesmen nasional yang sejatinya akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang menjadi bulan Oktober.

Hal tersebut sang menteri sampaikan melalui virtual pers conference yang memang sudah biasa beliau lakukan ketika menyampaikan suatu berita maupun mengumumkan suatu putusan. Pengunduran tersebut banyak kalangan menilai wajar dilakukan sehingga memang tidak begitu mengejutkan ketika secara resmi sang menteri sampaikan.

Mengenal Apa Itu Asesmen Nasional

Menariknya, pengumuman pengunduran asesmen nasional yang disampaikan langsung oleh menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia yaitu bapak Nadiem Makarim memunculkan tanya dalam benak banyak orang. Terutama bagi mereka yang masih benar-benar asing dengan istilah asesmen nasional, karena memang assessment nasional merupakan hal yang benar-benar baru dan baru akan dilaksanakan pada tahun ini.

Asesmen nasional sendiri sejatinya merupakan pengganti dari ujian nasional yang selama beberapa dekade lalu dilakukan di Indonesia. Istilah Ujian Nasional dihapus dan kemudian diganti dengan assessment nasional karena memang konsep dasarnya hampir sepenuhnya berbeda. Jika pada ujian nasional kelulusan siswa atau peserta didik benar-benar ditentukan olehnya atau cukup besar perannya terkait kelulusan peserta didik, maka tidak demikian halnya dengan assessment nasional. Karena assessment nasional hanya dilakukan untuk mengetahui kemampuan kompetensi dari peserta didik di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Dengan diketahuinya kompetensi peserta didik Indonesia di berbagai daerah, maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dapat melakukan pemetaan yang lebih valid terkait bantuan pendidikan yang benar-benar dibutuhkan bagi sekolah-sekolah. Tentu bantuan yang dimaksud bukan hanya terkait anggaran, melainkan dapat pula berupa pelatihan, bantuan sarana dan prasarana, bantuan kebijakan dan lain sebagainya.

Alasan Penundaan Pelaksanaan Asesmen Nasional

Terkait alasan mengenai penundaan pelaksanaan asesmen nasional yang semula direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Agustus kemudian diundur menjadi bulan Oktober, dinyatakan utamanya adalah karena masa pandemi covid 19. Karena sudah bukan rahasia lagi jika situasi pandemi saat ini belum juga kunjung menunjukkan kondisi yang membaik. Bahkan di beberapa daerah situasi pandemi justru semakin parah dengan meningkatnya orang yang menjadi pengidap maupun orang yang meninggal karenanya.

Lebih lanjut, keputusan tersebut juga supaya protokol kesehatan dapat dijalankan secara lebih optimal lagi. Terutama dalam pemenuhan kebutuhan logistik serta infrastruktur yang dibutuhkan sekolah guna menjalankan kegiatan tatap muka bersama peserta didik nantinya. Hal tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan gugus tugas dari berbagai daerah  yang menyatakan bahwa sebagian besar sekolah belum sepenuhnya siap melaksanakan kegiatan tatap muka bersama peserta didik.

Alasan mengapa dipilihnya bulan Oktober sebagai bulan dilaksanakannya assessment nasional padahal bulan Oktober hanya berjarak dua bulan saja sejak rencana awal adalah karena asesmen nasional harus tetap dilaksanakan di tahun ini. Pasalnya, apabila dilakukan lebih dari bulan Oktober maka dikhawatirkan situasi dan kondisi akan lebih tidak memungkinkan lagi untuk melaksanakannya, sehingga mau tidak mau paling lambat bulan Oktober dilaksanakan atau tidak sama sekali di tahun ini. Padahal, data yang dibutuhkan yang berasal dari hasil asesmen nasional sudah harus sesegera mungkin didapatkan.

Sang menteri menekankan bahwa asesmen nasional harus segera dilakukan untuk mengukur seberapa tertinggal pendidikan di Indonesia itu sendiri. Karena dengan konsep pendidikan baru yang ia beri tajuk merdeka belajar, belum pernah menjajaki proses evaluasi yang paripurna. Sehingga, asesmen nasional inilah yang dianggap momen paling tepat melakukan proses evaluasi tersebut. Selain tentu saja guna merancang atau merumuskan strategi bantuan kepada sekolah agar kualitas pendidikan dapat meningkat di tiap-tiap sekolah.

Tidak lupa sang menteri juga mengingatkan bahwa pihak sekolah maupun pihak-pihak lainnya yang terkait, termasuk orang tua, tidak perlu melakukan persiapan khusus untuk menghadapi asesmen nasional. Jadi, persiapan khusus seperti bimbingan belajar, kegiatan persiapan selayaknya persiapan ujian nasional dan hal-hal lain yang serupa tidak perlu dilakukan. Karena hasil asesmen nasional sama sekali tidak memiliki konsekuensi terkait dengan kelulusan peserta didik.

Apa yang dilakukan kan bapak Nadiem Makarim beserta jajarannya di kementerian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia kiranya Layak mendapat apresiasi. Karena selain tetap memperhatikan situasi dan kondisi sekarang ini, mereka juga tetap memperhatikan faktor urgensi yang memang menekan kegiatan asesmen nasional itu untuk tetap dilakukan. Karena bagaimanapun juga, asesmen nasional merupakan salah satu jalan meningkatkan kualitas pendidikan nasional kita.

Tentu harus sama-sama diingat dan disadari bahwa suksesnya assessment nasional mencapai target yang dibebankan kepadanya tetap memerlukan kontribusi dari semua pihak. Sehingga bukan hanya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan semata yang yang memegang kunci kesuksesan terkait pelaksanaannya.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.