January 28, 2021

Penjara Seumur Hidup!, Sepasang Kekasih Bunuh Korban dengan Racun “Nafas Iblis”

3 min read

Adrian Murphy merupakan seorang penari berumur 43 tahun yang sudah menjuarai berbagai turnamen ditemukan tewas di tempat tinggalnya tepatnya di apartemen yang berlokasi di London. Sejak Juni 2019 lalu Murphy sudah menjadi tager Joel Osei (25 tahun) melalui sebuah aplikasi kencan online Grindr. Dikutip dari media The Guardian, Murphy diracuni dengan obat terlarang skopolamin yang ditemukan terkandung dialam minuman ringannya. Obat dalam kadar dosis yang dapat mematikan tersebut dimasukkan oleh Osey ke minuman Murphy yang kemudian setelahnya Osey bersama Diana Cristrea (18 tahun) pergi membeli perhiasan dengan harga lebih dari 60.000 Pundsterling atau sekitar 1,1 miliar rupiah menggunakan kartu kredit milik Murphy.

Skopalamin dijelaskan bahwa menurut jaksa Penuntun Crispin Aylett QC dikenal sebagai racun berjulukan Devils Breath atau Nafas Iblis di Kolombia. Racun ini juga populer di kalangan perampok serta pemerkosa untuk melumpuhkan korbannya secara ampuh dalam sekejap saja. Sebelumnya juga sudah terjadi kasus pembunuhan yang berawal dari aplikasi kencan Tinder, seorang wanita juga dibunuh dan dimutilasi menjadi 14 bagian. Selain Murphy, seorang pria berumur 40 tahun dari Walthamstow London TImur, United Kingdom juga menjadi target bagi pasangan kriminal Osei dan Juga Diana, namun pria ini selamat dan kini membantu polisi untuk mengidentifikasi pelaku.

Osei menggunakan aplikasi kencan online Grindr untuk memancing pria-pria yang ingin berkencan dengan dia, setelah acara kencan diatur, pada hari kencan ia akan meracuni korbannya dengan obat mematikan dan kemudian merampok mereka. Osei terkadang juga menggunakan racun ringan yang tidak mengakibatkan kematian, meski tidak merenggut nyawa korban, namun Osei yakin korbannya pasti malu mengakui apa yang menimpanya kepada polisi.

Sementara itu Diana Critea akan menjual barang-barang milik korban mereka. Tes patologi menjelaskan adanya racun di tubuh Murphy yang ditemukan tewas tak berdaya di apartemennya pada 4 Juni tahun lalu dan setelah pelacakan dilakukan, racun ternyata berada pada kaleng minuman yang ditemukan dekat dari rubuh Murphy pada saat itu.Rekaman CCTV juga menangkap Osei sedang berjalan ke arah apartemen Murphy dan 2 jam berikutnya ia meninggalkan apartemen itu dengan beberapa barang. Osei Terpantau menghubungi Cristea via telepon dan juga pesan singkat sebanyak 23 kali selama ia berada di dalam apartemen dan juga di sekitar bangunan hunian tersebut. Ia kemudian memberikan sejumlah barang kepada wanita itu seperti gadget laptop, handphone, kartu atm dan kredit, sebuah tas mewah, dompet serta pakaian mewah.

Seiring berjalannya penyelidikan, polisi menemukan barang-barang korban di tempat Cristea di Tottenham London Utara, Inggris. Skopolamin sendiri meruapakan obat yang berasal dari tumbuhan Nightshade dan pernah di teliti ulang oleh CIA sebagai Truth Serum atau serum yang digunakan untuk membuat seoarang berkata jujur setelah mengkonsumsi obat ini. Inspektur dalam kasus ini, Kepala Detektif RObert Pack mengatakan bahwa meski skopolamin diketahui cukup umum di berbabagai belahan dunia, namun ini tidak untuk melancarkan tindak kejahatan seperti yang dilakukan oleh Osei.  tapi “kami takin ini merupakan pembunuhan dengan skopolamin pertama di United Kingdom”.

Saudara laki-laki adrian Murphy, Robert berkata “Adrian membawa cinta dan seni tari ke ribuan anak muda di seluruh dunia, dia merupakan seorang pria asal Irlandia yang Inspiratif dan ia juga penari dan koreografer berbakat. Keluarga kami sungguh sangat merasa berduka atas ini”. Osei dan Cristea itu akhirnya menghadapi hukum, penjara seumur hidup menanti. Mereka dijadwalkan akan mulai menghabiskan masa hukumannya di Old Bailey pada 14 Desember.

More Stories

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.